//
you're reading...
Purchase

Selisih kurs “Uang Muka Pembelian” dengan mata uang asing

Berikut contoh kasus atas transaksi Down Payment Purchase dengan mata uang asing

1. Tanggal 26 September, melakukan pembayaran uang muka pembelian untuk sejumlah item yang akan dibeli sebesar US$ 2,676 (Rate: Rp 9,440).

Input transaksi melalui Purchase Order, klik pada bagian Down Payment, jurnalnya sbb :

(Dr) Uang Muka Pembelian USD Rp 25,261,440
(Cr) Bank USD Rp 25,261,440

2. Pada akhir bulan September yaitu tanggal 30 September, dilakukan Period End dengan rate untuk US$: Rp 9,410.

Maka jurnal pada saat Period End adalah sebagai berikut :

(Dr) Uang Muka Pembelian USD Rp 25,181,160
(Dr) Unrealize gain/loss USD Rp 80,280
(Cr) Uang Muka Pembelian USD Rp 25, 261, 440

3. Pada tanggal 10 Oktober, membuat Purchase Invoice untuk Purchase Order tersebut dengan Rate pada PI adalah sebesar Rp 9,410 (sama dengan rate pada saat Period End).

Maka jurnal pada saat di PI adalah :

(Dr) Inventory Rp 25,181,160
(Cr) A/P Rp 25,181,160

4. Kemudian melakukan settlement atas DP yang telah dibuat untuk PI diatas.

Jurnal yang dibuat adalah sbb :

(Dr) A/P Rp 25,181,160
(Dr) Realize gain/loss USD Rp 80,280
(Cr) Uang Muka Pembelian USD Rp 25,261,440*

* Nilai yang diambil bukan senilai uang muka pembelian yang telah dinilai kembali pada saat PE tapi senilai uang muka pembelian pada saat pertama kali diinput. Maka hal ini akan menyebabkan nilai akun uang muka pembelian timbul selisih sebesar Rp 80,280.

5. Nilai tersebut akan hilang, jika user melakukan Period End pada bulan berikutnya yaitu dalam kasus ini pada bulan OKTOBER (31 Oktober).

Pada Period End OKTOBER akan di jurnal sbb :

(Dr) Uang Muka Pembelian USD Rp 80,280
(Cr) Unrealize Gain/Loss USD Rp 80,280

About these ads

Discussion

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 87 other followers

%d bloggers like this: